Monday, May 29, 2017

AYAT 92

Yusuf berkata : "Kamu pada hari ini tidak akan ditempelak atau disalahkan (tentang perbuatan kamu yang telah terlanjur itu), semoga Allah mengampunkan dosa kamu, dan Dia lah jua Yang Maha Mengasihani daripada segala yang lain yang mengasihani.
(Yusuf 12:92)

Yusuf seorang nabi, manusia pilihan mempunyai budi pekerti yang mulia, kesopanan yang tinggi setelah mendengar pengakuan kesalahan dari saudara-saudaranya secara terus-terang dengan tegas ia mengatakan :"Tidak ada celaan, cercaan dan kekerasan dari diri saya sekarang ini, tetapi saya memaafkan segala kesalahan kalian yang telah diperbuat kepada saya dan kepada adikku Bunyamin.

Saya doakan semoga Allah SWT mengampuni dosa kalian yang tidak ringan itu asal kalian dengan segala keikhlasan dan kerendahan hati mahu bertaubat kepada Nya dengan menyesali perbuatan burukmu itu dan tidak akan melakukan dan mengulangi lagi serta berbuat baik kerana Dia adalah Maha Penyayang."

Budi pekerti yang mulia dan kesopanan yang tinggi yang telah dilakukan oleh Nabi Yusuf as itu pernah juga dilakukan dan dicontohkan oleh junjungan besar Nabi Muhammad SAW iaitu pada ketika beliau dan bala tenteranya menakluki kota mekah. Setelah Nabi Muhammad SAW bertawaf dan kemudian solat sunat dua rakkat, beliau dengan mengambil tempat disamping Kaabah menghadap para tawanan perang lalu berkata yang maksudnya :

"Apakah perkiraanmu yang saya akan perbuat terhadap kaliaan." Para tawanan menjawab : "Kami hanya menyangka yang baik saja, saudara yang mulia dan anak saudara yang mulia. "Nabi SAW bersabda :"Saya akan mengatakan sebagaimana yang telah dikatakan oleh rakanmu Yusuf :"tidak ada celaan dan kekerasan sekarang ini." Maka keluarlah para tawanan itu (meninggalkan tempat) seakan - akan mereka dibangkitkan dari kubur.
(HR Bukhari dari Abu Hurairah)

No comments:

Post a Comment